Pertanyaan terbesar jelang Piala Dunia 2026 akhirnya tiba: siapa yang akan keluar sebagai juara dunia? Dengan format baru 48 tim, persaingan diprediksi lebih terbuka dari sebelumnya. Namun, sejumlah nama besar tetap menonjol sebagai kandidat terkuat untuk mengangkat trofi paling didambakan di sepak bola.
Berikut bedah para favorit juara berdasarkan kekuatan skuad, pengalaman, dan momentum yang mereka bawa menuju turnamen. Tentu, sepak bola selalu menyisakan ruang untuk kejutan, tetapi tim-tim inilah yang paling diunggulkan di atas kertas.
Argentina, Sang Juara Bertahan
Argentina datang dengan status juara bertahan dan kepercayaan diri tinggi. Dipimpin Lionel Messi yang menjalani turnamen pamungkasnya, Tango memadukan pengalaman para pemenang dengan talenta muda yang lapar prestasi. Mentalitas juara menjadi senjata utama mereka.
Namun, mempertahankan gelar selalu menjadi tugas berat. Setiap lawan akan tampil termotivasi menghadapi sang kampiun, dan beban ekspektasi bisa menjadi pedang bermata dua. Meski begitu, mengabaikan Argentina dari daftar favorit jelas sebuah kesalahan.
Spanyol, Mesin Tiki-Taka Generasi Baru
Spanyol hadir dengan generasi emas baru yang memadukan penguasaan bola khas mereka dengan ketajaman yang selama ini sempat hilang. Talenta seperti Lamine Yamal menjadikan La Furia Roja salah satu tim paling menghibur sekaligus berbahaya di turnamen ini.
Kedalaman skuad dan filosofi permainan yang jelas menjadikan Spanyol kandidat serius. Hasil imbang melawan Irak di laga uji coba terakhir memang menjadi catatan, tetapi kualitas tim ini tak diragukan ketika tampil dalam ritme terbaiknya.
Prancis dan Inggris, Penantang dari Eropa
Prancis selalu menjadi langganan favorit berkat kedalaman talenta yang nyaris tak ada habisnya. Dengan Kylian Mbappe di puncak performa, Les Bleus mengusung misi balas dendam setelah kegagalan di edisi sebelumnya.
Sementara itu, Inggris kembali memikul ekspektasi tinggi. Diperkuat Jude Bellingham dan barisan bintang muda Liga Primer, The Three Lions berambisi mengakhiri penantian gelar Piala Dunia yang sudah berlangsung sejak 1966. Pertanyaannya, mampukah mereka mengatasi beban sejarah?
Brasil dan Jerman Tak Bisa Diremehkan
Brasil selalu menjadi ancaman di setiap Piala Dunia. Di bawah arahan Carlo Ancelotti dan dengan kembalinya Neymar, Selecao berambisi mengakhiri puasa gelar yang telah berlangsung dua dekade. Talenta menyerang mereka tetap menjadi salah satu yang terbaik di dunia.
Jerman, meski sempat melewati masa sulit, tak pernah benar-benar bisa dipandang sebelah mata di turnamen besar. Tradisi dan mentalitas tanding mereka kerap membuat Die Mannschaft tampil jauh lebih baik saat tekanan memuncak. Faktor pengalaman menjadi modal berharga.
Kuda Hitam yang Berpotensi Mengejutkan
Di luar nama-nama besar, sejumlah tim berpotensi menjadi kuda hitam. Maroko, yang mengejutkan dunia dengan menembus semifinal pada edisi lalu, membuktikan bahwa tim di luar Eropa dan Amerika Selatan mampu bersaing. Portugal bersama Cristiano Ronaldo juga punya skuad mumpuni untuk melangkah jauh.
Format 48 tim turut membuka peluang lahirnya kejutan baru. Dengan lebih banyak peserta dan jalur lolos yang lebih beragam, bukan tidak mungkin sebuah tim non-unggulan mencuri panggung dan menulis cerita Cinderella di Piala Dunia 2026.
Kesimpulan: Persaingan yang Lebih Merata
Secara keseluruhan, Argentina, Spanyol, Prancis, dan Inggris menjadi empat nama yang paling sering disebut sebagai favorit terkuat, dengan Brasil dan Jerman membayangi dari belakang. Namun, jarak kualitas antartim kini semakin tipis.
Pada akhirnya, gelar juara akan ditentukan oleh kombinasi kualitas, mentalitas, kebugaran, dan tentu saja faktor keberuntungan. Yang pasti, Piala Dunia 2026 menjanjikan persaingan paling sengit dan merata dalam sejarah. Tinggal menunggu, tim mana yang akan mengukir namanya sebagai juara dunia baru.