Cedera ACL, hamstring, hingga masalah lutut membuat performa pemain yang kini berusia 34 tahun tersebut mengalami penurunan drastis. Bersama Santos musim ini, Neymar hanya tampil dalam 15 pertandingan dengan catatan enam gol dan empat assist.
Statistik tersebut sebenarnya belum buruk, tetapi belum cukup untuk mengembalikan statusnya sebagai pusat proyek Timnas Brasil, terutama di Piala Dunia 2026. Saat ini, Brasil mulai bergerak menuju era baru.
Generasi muda seperti Vinícius Junior, Endrick, hingga Raphinha perlahan mengambil alih panggung utama. Neymar tetap dibawa karena pengalaman dan pengaruhnya di ruang ganti, tetapi bukan lagi pemain yang akan menentukan arah permainan Brasil.
Lantas, seperti apa perkiraan susunan pemain Timnas Brasil di Piala Dunia 2026? Berikut ini ulasannya.
Lini Belakang
Di bawah mistar, Alisson Becker masih menjadi pilihan paling aman untuk Brasil. Pengalaman kiper Liverpool tersebut di level elite Eropa membuat posisinya hampir tak tergantikan.
Sektor bek kanan kemungkinan masih dipercayakan kepada Danilo. Meski tak lagi muda, Danilo punya disiplin bertahan dan fleksibilitas yang tetap dibutuhkan dalam turnamen besar seperti Piala Dunia.
Duet Marquinhos dan Gabriel Magalhaes diprediksi menjadi tembok utama di jantung pertahanan. Marquinhos menawarkan pengalaman dan kepemimpinan, sementara Gabriel Magalhaes memberikan kekuatan duel fisik dan dominasi bola udara.
Di sisi kiri, Alex Sandro masih berpotensi dipercaya karena pengalamannya bermain di level tertinggi. Brasil diyakini akan mengandalkan lini belakang yang pragmatis demi memberi kebebasan lini depan bermain agresif.
Casemiro Tetap Jadi Penyeimbang
Di lini tengah, nama Casemiro masih sulit tergeser. Meski usia terus bertambah, Casemiro tetap menjadi figur penting untuk menjaga keseimbangan permainan Brasil.
Kemampuannya membaca permainan, memotong serangan lawan, dan menjaga ritme tetap dibutuhkan di laga-laga besar.
Casemiro kemungkinan akan ditemani Bruno Guimaraes yang kini berkembang menjadi motor permainan Brasil. Bruno menawarkan kreativitas, distribusi bola progresif, sekaligus mobilitas tinggi.
Kombinasi keduanya membuat lini tengah Brasil punya keseimbangan antara kekuatan bertahan dan kemampuan membangun serangan.
Vinicius Junior Jadi Wajah Baru Brasil
Perubahan paling terasa ada di lini depan. Jika sebelumnya Brasil selalu identik dengan Neymar, kini panggung utama tampaknya mulai berpindah kepada Vinicius Junior. Bintang Real Madrid itu diprediksi menjadi tumpuan utama Brasil dari sektor kiri serangan.
Kecepatan, kemampuan duel satu lawan satu, dan naluri mencetak gol Vinicius membuatnya menjadi ancaman utama lawan.
Di sisi kanan, Raphinha tetap menjadi pilihan menarik karena agresivitas dan kreativitasnya. Sementara duet Matheus Cunha dan Endrick diyakini bakal menjadi kombinasi utama di lini depan.
Matheus Cunha menawarkan fleksibilitas pergerakan dan kemampuan membuka ruang. Adapun Endrick hadir sebagai predator muda yang haus gol dan diyakini bakal menjadi masa depan Brasil.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5246441/original/096848900_1749452231-AP25157048420971.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4184609/original/050518500_1665157169-000_9DZ2LH.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4250573/original/058734100_1670270346-AP22339693628590__1_.jpg)